Belajar sepanjang hayat, hingga terbenam di ufuk barat tetap memancarkan cahaya

Kamis, 27 Mei 2010

Wisuda PAUD Kota Bengkulu

Bertempat dilapangan terbuka Stadion Sawah Lebar Bengkulu tanggal 25 Mei 2010 sebanyak 610 orang anak PAUD diwisuda oleh Walikota Bengkulu H. Ahmad Kanedi, SH, MH. Anak didik PAUD ini berasal dari 68 lembaga PAUD yang ada di sekota Bengkulu. Walikota Bengkulu dalam sambutannya mengatakan bahwa usia dini adalah usia yang harus mendapatkan perhatian dari berbagai elemen baik dari orangtua, masyarakat dan pemerintah. Acara tersebut dihadiri pula oleh Kapolres, Kadis Pendidikan Nasional Kota Bengkulu dan tamu undangan lainnya.

Pelatihan Tutor KF-Se Propinsi Bengkulu


Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Bengkulu melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Bengkulu, yaitu Bpk Drs. M. Said R. MM. Pada tanggal 20 Mei 2010 secara resmi membuka Pelatihan Tutor Pendidikan Keaksaraan Se Propinsi Bengkulu. dimana dalam Pelatihan ini sebanyak 40 orang tutor KF se Propinsi Bengkulu akan dilatih selama 5 hari yaitu dari tanggal 20 s.d 24 Mei 2010. Hasil dari pelatihan ini diharapkan agar tutor KF dapat menciptakan atau menerapkan model pembelajaran KF yang telah ada yang dapat disesuai dengan kondisi geografis dimana tutor tersebut mengabdikan diri, dan pelatihan ini akan ditutup langsung ole Kepala BPKB Propinsi Bengkulu. (Adopt)

Senin, 24 Mei 2010

Koran Ibu "Rafflesia"

UPTD-Sanggar Kota Bengkulu, dalam rangka koran ibu menerbitkan koran ibu "Rafflesia", yang launching terbitan perdana tanggal 10 Desember 2009,

Sabtu, 22 Mei 2010

Partnership Sebagai Faktor Penentu Keberhasilan Manajemen SKB Kota Bengkulu

Partnership Sebagai Faktor Penentu
Keberhasilan Manajemen SKB Kota Bengkulu

Oleh : Drs. Ervan Syarif (Kepala UPTD-SKB Kota Bengkulu)

I. Analisis Situasi
Kota Bengkulu sebagai ibu kota Provinsi Bengkulu menunjukkan geliat pembangunan dan perkembangan yang cukup siknifikan dalam beberapa tahun belakangan. Geliat ini akan semakin cepat pada beberapa tahun ke kedepan seiring dengan dituangkannya kebijakan pembangunan pariwisata internasional pada RPJM Provinsi Bengkulu 2005-2010. Kebijakan pembangunan pariwisata internasional ini terlihat akan sangat menguntungkan kota Bengkulu. Hal ini disebabkan objek-objek wisata yang ada di kota Bengkulu akan menjadi lokomotif daya tarik dari paket wisata internasional tersebut. Kecenderungan ini telah terlihat dari pembangunan infrastruktur pendukung program wisata yang sudah di realisasikan, yakni sebagian besar berada di kota Bengkulu terutama
pada objek wisata disepanjang pantai. Geliat pembangunan ini akan semakin lebih cepat lagi bila rencana pembangunan Pelabuhan pulau Baai dan jalur kereta api ke pelabuhan ini dapat direalisasikan. Geliat pembangunan kota Bengkulu yang sedang dan akan berlangsung mr~~ akan menciptakan peluang usaha dan penyediaan lapangan kerja yang besar pada heberSpa tahun ke depan.
Geliat pembangunan serta besarnya peluang usaha dan penciptaan lapangan kerja sebagaimana dipaparkan di atas adalah sisi optimistik yang menyertai berbagai masalah kependudukan yang ada, khususnya di kota Bengkulu ini. Masalah utama kependudukan yang dihadapi sekarang adalah relatif tinginya tingkat kemiskinan, pengangguran, dan putus sekolah. Data BPS provinsi Bengkulu (2007) mengungkapkan bahwa penduduk miskin di kota Bengkulu mencapai 20 persen, dan angka penganguran mencapai 30 persen. Demikian pula kondisi penduduk putus sekolah, yakni sekitar 75 persen penduduk tidak menamatkan SLTA, dan hanya sekitar 5 persen saja penduduk yang menamatkan diploma dan sarjana. Disamping ke tiga masalah kependudukan ini, geliat pembangunan yang terjadi juga akan berdampak pada peningkatan urbanisasi di kota Bengkulu. Paparan dari geliat ekonomi dan masalah kependudukan ini adalah gambaran dari peluang dan kendala untuk kemajuan kota Bengkulu ke depan.
Besarnya peluang usaha dan lapangan kerja yang akan tercipta hasil dari geliat pembangunan yang ada ini perlu dicermati dan diantisipasi secara dini agar ia menjadi solusi bagi pemecahan masalah kependudukan dan
pembangunan kota Bengkulu ke depan. Dalam kaitan inilah pendidikan
let non formal perlu diposisikan sebagai salah satu penentu sukses
antisipasi dimaksud, yakni pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup dan keterampilan bekerja bagi tenaga kerja putus sekolah.




SKB sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Dinas Diknas yang ada di kota Bengkulu memiliki tugas pokok melaksanakan sebagian kewenangan desentralisasi Dinas Diknas di bidang pendidikan Non formal meliputi Pendidikan Luar sekolah, Pemuda dan olah raga sesuai kebutuhan. Dalam rangka menjalankan tugas pokok ini, SKB memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai motivator dalam menumbuhkan kemauan belajar masyarakat, pelaku kegiatan pendidikan non formal seperti pendidikan kecakapan hidup, pelayanan informasi, fasilitator, dan fungsi koordinasi agar terjadi integrasi dan sinkronisasi dari kegiatan pendidikan non formal yang ada. Untuk melaksanakan tugas pokok ini, SKB dilengkapi dengan SDM yang terdiri dari Kepala SKB, Subbag TU, 7 (tujuh) orang pamong Belajar, dan 2(dua) orang Tenaga Administrasi, serta sarana dan prasarana fisik berupa ruang kerja dan ruang komputer seluas 226 m2, 1 (satu) set Komputer, perabot kantor, 20 buah meja belajar, 2 (dua) buah lemari arsip, dan papan data pegawai 2 (dua) buah, 2 (dua) papan peta, PTK/PNF. Paparan tentang tugas pokok dan fungsi SKB serta sumberdaya yang tersedia ini memperlihatkan kekuatan dan kendala SKB, yakni luasnya fungsi yang dimiliki sebagai kekuatan dan kondisi sumberdaya yang relatif terbatas sebagai kendala. Selain oleh SKB, pendidikan nonformal juga diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kursus dan pelatihan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, lembaga pendidikan tinggi dalam kaitan dengan darma pengabdiannya pada masyarakat. Berbeda dengan SKB,


lembaga-lembaga ini relatif tidak memiliki banyak fungsi tetapi memiliki fasilitas pedukung relatif memadai.
Pemikiran kritis pada keseluruhan paparan dimuka adalah SKB memiliki kewajiban yang besar serta dapat menjadi salah satu faktor penentu sukses dalam mengatasi masalah kependudukan di kota Bengkulu, yakni kemiskinan, pengangguran, putus sekolah, dan urbanisasi. Atas dasar pemikiran ini maka Manajemen SKB merumuskan visi SKB kQta Bengkulu yakni * Terwu.ju.dnya masyarakat Kota Bengkulu yang terampil, produktif, mandiri, dan kompetitif. Selanjutnya audit faktor internal memperlihatkan luasnya fungsi yang dimiliki SKB sebagai kekuatan dan relatif terbatasnya ketersediaan sumberdaya sebagai kendala. Sementara audit faktor eksternal memperlihatkan hal sebaliknya. Berdasarkan audit faktor internal dan eksternal tersebut maka manajemen SKB menetapkan partnership sebagai faktor penentu keberhasilan manajemen SKB sebagaimana judul dari tulisan ini.
II. Kenapa Partnership yang dipilih ?
Strategi tidak selalu berarti persaingan tetapi dapat juga berarti bekerjasama. Partnership berada dalam makna bekerjasama itu. Dalam hal ini SKB memposisikan lembaga-lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan nonformal yang ada di kota Bengkulu bukan sebagai pesaing tetapi sebagai mitra potensial untuk mewujudkan visi "terwujudnya


masyarakat Kota Bengkulu yang terampil, produktif, mandiri, dan kompetitif . Dasar pilihan berikutnya adalah:
a. Audit Faktor Internal dan Eksternal
SKB memiliki fungsi relatif luas sebagai kekuatan tetapi memiliki keterbatasan sumberdaya, hal sebaliknya terdapat pada lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan non formal lainnya.
b. Fungsi-fungsi yang dimiliki
SKB memiliki fungsi yang cukup luas seperti fungsi motivator, pelayanan informasi, fasilitator, dan fungsi koordinasi. Pelaksanaan fungsi-fungsi ini akan maksimal bila strateginya berada dalam ranah kerjasama.
c. Sinergi
Berbeda dengan persaingan yang lebih berdasar pada win-lost solution, partnership berlangsung atas dasar win-win solution sehingga akan diperoleh sinergi yang mampu memberikan hasil lebih.
d. Peran Lokomotif
SKB harus mengambil peran lokomotif untuk kegiatan pendidikan non formal di kota Bengkulu. Hal ini tidak saja karena fungsi yang dimilikinya tetapi juga karena pendidikan non formal diyakini sebagai salah satu faktor penentu untuk mengatasi masalah kependudukan yang ada di kota Bengkulu.

III. Implementasi
Implenienasi manajemen SKB dibingkai oleh dasar-dasar pemikiran yang melandasi dipilihnya partnership sebagaimana paparan sebelumnya. Dengan bingkai ini maka implementasi manajemen SKB berisikan program-program sebagai berikut;
A. Indentifikasi dan pemetaan.
Program ini bertujuan agar SKB memiliki basis data yang akurat dalam menyusunan perencanaan dan memilih partner kerjasamanya. Program ini dicapai melalui kegiatan Penyusunan data base dan sistim manajemen informasi
B. Perkuatan (Empowering)
Program ini dimaksudkan agar dapat meminimalkan kelemahan-kelemahan dan kendala-kendala yang ada baik pada SKB maupun pada lembaga-lembaga penyelenggara kegiatan pendidikan non formal lainnya. Program ini dicapai melalui beberapa kegiatan pelatihan atau kursus seperti kursus komputer bagi pamong SKB, pelatihan bagi pendidik PAUD, pendampingan pakar / akademisi, pemuktakhiran data dan dukungan manajemen bagi penyelenggara program.


C. Mediasi
Melalui program mediasi ini diharapkan partnership tidak hanya terjadi antara SKB dengan lembaga-lembaga pendidikan PNF, tetapi dimungkinkan pula berlangsung diantara sesama lembaga PNF tersebut. Program mediasi ini juga diharapkan dapat mempermudah SKB untuk melaksanakan berbagai fungsi yang diembannya seperti fungsi sebagai motivator, pelayananan informasi, fasilitator, dan fungsi informasi. Program ini dilaksanakan melalui beberapa kegiatan silahturahmi baik kegiatan in-wall berupa forum pertemuan/diskusi, lokakarya, temu konsultasi maupun kegiatan out-wall berupa kegiatan-kegiatan gerak jalan sehat, study banding, dan lomba melukis.
D. Pengembangan Kerjasama dalam kegiatan PNF
Pengembangan kerjasama ini adalah dalam rangka mensinergikan
potensi dan kekuatan yang ada pada SKB dengan lembaga yang
mendedikasikan dirinya pada kegiatan PNF. Program ini telah
dilakukan dalam beberapa kegiatan penyelenggaraan dan diklat atau
kursus, yakni
A Diklat tutor PAUD
4- Pengembangan kurikulum dan bahan ajar PNF
4- Pengembangan data dan informasi PNF
4- Pengembangan pendidikan KF
■t Pemberdayan pendidikan dan tenaga pendidik dan kependidikan
non formal
<4 Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini 4- Pelatihan kewirausahaan bagi pemuda 4 Pelatihan inisitor kelompok pemida sebaya 4 Pelatihan kepemimpinan 4> Pembinaan olah raga yang berkembang di masyarakat
E. Program Monitoring dan Evaluasi ( Monev )
SKB sebagai UPTD Diknas Kota Bengkulu memiliki beberapa fungsi agar kegiatan PNF yang ada di Kota Bengkulu dapat terintegrasi dengan baik dan sinkron dengan visi atau misi yang ditetapkan. Oleh sebab itu, partnership yang dikembangkan tidak berarti mengabaikan kegiatan monitoring dan evaluasi tetapi justru sebaliknya. Program monev ini dilaksanakan secara komprehensif meliputi kegiatan penyumbangan instrument monev itu sendiri, termasuk menyusun MOU atau perjanjian kerjasama, Site Visit, dan pengamatan pada pelaksanaan kegiatan.

Jumat, 21 Mei 2010

Struktur Organisasi UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bengkulu

Kegiatan Sanggar Kegiatan belajar Kota Bengkulu


1.      Pada tahun 2009 UPTD SKB Kota Bengkulu telah menyerahkan Bantuan Kelembagaan PAUD Daerah Terpencil Binaan UPTD SKB yaitu PAUD Cahaya Bahari yang berada di pesisir pantai Kota Bengkulu yang terletak di Kampung Bahari Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan kampung Melayu dimana kegiatan ini berlangsung selama bulan Januari s.d Desember tahun 2009. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk
·         Mengembangkan program PAUD
·         Memperbanyak sarana / alat bermain anak
·         Memberikan insentif kepada Tutor
·         Memperbaiki sarana dan prasarana
2.      UPTD SKB Kota Bengkulu pada bulan Oktober tahun 2009 telah melaksanakan pelatihan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) bidang Pembuatan Makanan Berbahan Ikan, dengan peserta yang dilatih sebanyak 10 orang. Dan dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pengembangan pendidikan Nonformal dan Informal serta meningkatkan sumber daya manusia dibidang PKH.
3.      Tanggal 5 s.d 15 Oktober tahun 2009 UPTD SKB Kota Bengkulu bekerja sama dengan LPK Mayang Sari telah melaksanakan Pelatihan PKH Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP) bidang Menjahit Terampil dengan peserta sebanyak 30 orang pemuda. Tujuan dari kegiatan ini adalah adanya 30 orang penjahit terampil yang mampu membuka usaha sendiri maupun secara berkelompok.
4.      Selain KUPP menjahit Terampil pada tahun 2009 tepatnya pada tanggal 3 Oktober s.d 3 Desember 2009 UPTD SKB Kota Bengkulu juga mengadakan KUPP bidang Budidaya ikan Lele Dumbo dengan peserta sebanyak 30 orang dan pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemuda tentang budidaya ikan Lele Dumbo, agar mereka dapat memperoleh penghasilan dan menciptakan masyarakat yang dapat mengembangkan dunia wiraswasta.
5.      Sebanyak 40 orang warga belajar telah mendapatkan Pelatihan Kursus Para Profesi (KPP) Bidang Security yang diselenggarakan oleh UPTD SKB Kota Bengkulu dimana pelatihan ini diselenggarakan di Cadika, Gerakan Pramuka Kwartil Daerah Jl. Rokan Kiri Kota Bengkulu kegiatan ini berlangsung tanggal 25 s.d 31 Oktober 2009. Dari pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan khusus bagi calon petugas satuan pengaman dalam rangka pemberdayaan pemuda dan mengarah pada pengentasan pengangguran di wilayah Kota Bengkulu.
6.      Selain KPP bidang security UPTD SKB Kota Bengkulu Juga menyelenggarakan KPP Bidang Babysitter yang bekerja sama Pimpinan Wilayah Aisyiyah Propinsi Bengkulu Majelis Kesehatan Lingkungan, yang diselenggarakan pada tanggal 5 November s.d 5 Desember 2009 dimana dalam pelatihan ini sebanyak 40 orang warga belajar telah dilatih dengan tujuan dapat memiliki keterampilan, pengetahuan dan sikap yang dibutuhkan dalam memasuki dunia kerja baik bekerja mandiri untuk meningkatkan pendapat dan kelayakan hidup.
7.      KPP bidang Pemandu Wisata dengan warga belajar sebanyak 50 orang diselenggarakan UPTD SKB Kota Bengkulu pada tanggal 26 Oktober s.d 26 Desember 2009 dengan maksud agar adanya konsep pembelajaran KPP Bidang Pemandu Wisata dan perencanaan pengembangan untuk program PKH bidang pemandu wisata.
8.      Pada tahun 2009 UPTD SKB Kota Bengkulu Bekerja Sama dengan LPK Bengkulu Motor training Centre (BMTC) menyelenggarakan Kewirausahaan Perkotaan (KWK) keterampilan Otomotif Montir Sepeda Motor bagi Pemuda Putus Sekolah. Dari pelatihan yang diselengarakan selama 36 hari ini telah menghasilkan 20 orang wirausahaan baru yang siap bersaing. Pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan mekanik sepeda motor kepada masyarakat yang tidak punya pekerjaan sehingga dapat mengurangi pengangguran dan menciptakan masyarakat yang dapat mengembangkan dunia wiraswatsa.
9.      Dengan maksud untuk menumbuhkan sikap mental berwiraswasta bagi warga belajar sehingga dapat meningkatkan motivasi berusaha dan memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang percetakan Sablon. UPTD SKB Kota Bengkulu pada tanggal 28 Oktober s.d 07 November 2009 menyelenggarakan Pelatihan Kecakapan Hidup (PKH) KWK Sablon bagi pemuda dengan warga belajar sebanyak 10 orang.
10.  PKH KWK Pembuatan Pupuk Bokhasi dari sampah organik diselenggarakan UPTD SKB Kota Bengkulu pada tanggal 21 Oktober s.d 19 November 2009 dengan warga Belajar sebanyak 20 orang, dengan tujuan memberikan keterampilan tekhnis pengelolaan dan pemanfaatan limbah / sampah organic menjadi pupuk bokhasi berkualitas.
11.  Bulan Juni s.d Juli 2009 UPTD SKB Kota Bengkulu telah mendata lembaga PNFI yang ada di Kota Bengkulu dengan tujuan terkumpulnya data-data lembaga PNFI yang ada di Kota Bengkulu dengan rincian sebanyak 31 LPK, 23 TPA, 40 KELOMPOK BERMAIN, 52 LEMBAGA KURSUS, 53 PAUD, 68 PKBM, 32 TBM.
12.  Sebanyak 4 kelompok (40 orang) warga Keaksaraan Fungsional (KF) pada bulan Mei s.d Oktober 2009 UPTD SKB telah menyelesaikan Program Keaksaraan Fungsional berbasis Keterampilan. Dimana tujuan dari program ini adalah adanya 40 warga belajar yang sudah mengusai KF dasar dapat membuat kerupuk ubi dan susu kedelai.
13.  Dengan tujuan menghasilkan peserta didik yang memiliki pengetahuan keterampilan dan kemampuan setara dengan Pendidikan Formal. UPTD SKB telah menyelenggarakan Program Kesetaraan Paket A dan B dengan jumlah warga belajar Paket B sebanyak 26 orang dan Paket A 20 orang yang dilaksanakan dari bulan Januari s.d Desember 2009. Dan rintisan Paket C dilaksanakan pada bulan Juli 2009 s.d Juni 2010 dengan warga belejar sebanyak 40 orang.
14.  Pada tahun 2010 sebanyak 148 orang (133 orang dari APBN dan 15 orang dari APBD) Pendidik PAUD telah menerima insentif. Namun jumlah ini terbilang menurun jika dibandingkan pada tahun 2009 yang berjumlah 180 orang dengan rincian 134 orang menerima dari APBN dan 46 dari APBD.
15.  Pada tahun 2009 UPTD SKB Kota Bengkulu telah membangun kantor baru yang belokasi di Lempuing, kantor ini dibangun melalui Program Revitalisasi Gedung yang dikeluarkan oleh Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (PP PNFI). Pembangunan gedung SKB ini dilaksanakan pada tanggal 16 September s.d 16 Desember 2009 (90 hari) yang diborongkan kepada CV. Pratama Karya Sakti.
16.  Kota Bengkulu pada tahun 2010 terpilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan Program Kawasan Wilayah oleh Pusat Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal (PP PNFI), dengan program unggulan industri kecil. Rencananya kegiatan ini akan diselenggarakan selama 6 bulan dengan lokasi kegiatan berpusat di Kelurahan Malabro dan Kebun Keling. Kawasan ini dipilih karena kawasan ini merupakan daerah pesisir yang berada di tengah kota dan dahulunya merupakanpusat perekonomian masyarakat Kota Bengkulu.
17.  Seleksi Jambore 100 PTK PNF tingkat nasional pada tahun 2010 tingkat Kota Bengkulu dilaksanakan pada tanggal 26 s.d 27 Mei 2010. Dimana seleksi yang akan dilaksanakan ini meliputi penilaian proposal dan presntasi proposal. Seleksi ini dilaksanakan di Dinas Pendidikan Kota Bengkulu.

Senin, 10 Mei 2010

Misi Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bengkulu

1. Mengembangkan iklim belajar yang berakar pada norma dan nilai budaya
2. Melaksanakan program percontohan dan pengendalian mutu pendidikan non formal, pemuda dan olahraga
3. Menyediakan informasi tentang pendidikan non formal
4. Meningkatkan kegiatan kursus dan keterampilan bagi masyarakat
5. mengoptimalkan kegiatan Diklat yang berorientasi kepada pencapaian kompetensi
6. Meningkatkan kemitraan dengan stakeholder

Visi UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Kota Bengkulu

"Terwujudnya UPTD SKB yang terbaik dalam pelayanan PNFI, demokratis, bermakna, dan berdaya guna"

Komentar Anda


ShoutMix chat widget

Pengikut

Daftar Blog Saya